Showing posts with label Materi Kimia XI. Show all posts
Showing posts with label Materi Kimia XI. Show all posts

Cara Mudah Memahami pH campuran Asam Basa

Untuk memahami perhitungan pH campuran asam dan basa, ingat kembali konsep MBS (Mula-mula, Bereaksi, dan Sisa), yang telah dipelajari di stoikiometri!
Ketika suatu asam dicampurkan (direaksikan) dengan suatu basa, pH dari campuran tersebut dihitung berdasarkan sisa/komposisi pada keadaan setimbang. Campuran tersebut adakalanya menghasilkan sistem penyangga, maupun larutan garam. sangat ditentukan oleh komposisi yang dihasilkan pada keadaan setimbang. Penghitungan pH campuran asam basa dapat dipahami sebagai berikut:
  • AK + BK, jika bereaksi sempurna dan hanya menghasilkan garam, pH = 7
  • AK + BL, jika bereaksi sempurna maka yang dicari adalah pH hidrolisis Garam Asam (pH < 7)
  • AK + BL, jika pada kesetimbangan didapatkan AK dan Garam, cari pH Asam Kuat dalam sistem menggunakan volume total (Volume AK + Volume BL, pH < 7)
  • AK + BL, jika pada kesetimbangan didapatkan BL dan Garam, terbentuk sistem penyangga, cari pH penyangga basa (pH >7)

Tetapan Kesetimbangan Air (Kw)


Air merupakan pelarut yang unik, masih ingatkah kalian pengertian asam dan basa menurut  Bronsted-Lowry? Apakah air termasuk asam atau basa? Menurut Bronsted-Lowry, air dapat bertindak sebagai asam maupun basa (bersifat amfoter). Air berfungsi sebagai basa dalam reaksi dengan asam-asam seperti HCl dan CH3COOH, namun juga berfungsi sebagai asam dalam reaksi dengan basa seperti NH3. Air merupakan elektrolit yang sangat lemah karena hanya sebagian kecil dari air terionisasi menjadi ion H+ dan OH- :

Termokimia lengkap

Termokimia adalah ilmu yang mempelajari perubahan kalor dalam suatu reaksi kimia. Energi merupakan sumber esensial bagi kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya. Makanan yang kita makan merupakan sumber energi yang memberikan kekuatan kepada kita untuk dapat bekerja, belajar, dan beraktivitas lainnya. Setiap materi mengandung energi dalam bentuk energi potensial dan energi kinetik. Kedua energi ini dinamakan energi internal. Jika energi yang terkandung dalam materi berubah maka perubahan energi dinamakan kalor. Perubahan energi (kalor) pada tekanan tetap dinamakan perubahan entalpi (ΔH).

Bagaimanakah perubahan entalpi suatu reaksi? Apakah reaksi eksoterm dan endoterm? Bagaimanakah menentukan ΔH reaksi berdasarkan percobaan? Anda dapat menjawabnya jika Anda mempelajari bab ini dengan baik.

A. Perubahan Entalpi

Setiap materi mengandung energi yang disebut energi internal (U). Besarnya energi ini tidak dapat diukur, yang dapat diukur hanyalah perubahannya. Mengapa energi internal tidak dapat diukur? Sebab materi harus bergerak dengan kecepatan sebesar kuadrat kecepatan cahaya sesuai persamaan Einstein (E = mc2). Di alam, yang tercepat adalah cahaya. Perubahan energi internal ditentukan oleh keadaan akhir dan keadaan awal ( ΔU = Uakhir – Uawal).